Minggu, 16 November 2014

Internet

A. Berbgai Cara untuk Koneksi dengan Internet
1. Melalui Saluran Telepon Langsung (Dial-up)
Dial-up adalah jenis komunikasi yang menggunakan modem dn saluran telepon biasa untuk bisa berhubungan antar komputer dengan komputer lain, atau bisa juga berarti provider internet yang memanfaatkan saluran telepon sebagai saluran utamanya.
Kecepatan akses dengan menggunakan dial up dapat mencapai 56 kbps. Pada saat ini koneksi internet dengan menggunakan dial-up didukung oleh teknologi kompresi data sehingga kecepatan akses dapat ditingkatkan menjadi 4-5 kalinya dari biasanya. Teknologi tersebut dikenal dengan istilah teknologi Power Surf Dial Up.
2. Melalui Jaringan
Cara untuk menghubungkan komputer ke jaringan yang terhubung ke internet sangat banyak digunakan oleh perusahaan, kampus-kampus, dan warnet. Dengan menggunakan sistem jaringan, komputer yang berfungsi sebagai server dihubungkan dengan menggunakan Internet Service Provider melalui kabel telepon dan antena. Sedangkan untuk menghubungkan komputer dengan komputer dengan komputer menggunakan kartu LAN (LAN Card) dan kabel UTP.
3. Melalui WiFi
WiFi adalah singkatan dari Wireless Fidelity, Wifi adalah jaringan tanpa kabel yang menggunakan frekuensi tinggi. Frekuensi yang dimiliki oleh WiFi adalah 2,4 GHZ.
Tiga komponen yang terdapat dalam lokasi hotspot pada jaringan WiFi :
a. access point (titik akses) adalah perangkat yang menghubungkan teknologi Wireless LAN dengan ethernet yang terdapat di komputer.
b. Access contoler (pengendali akses) adalah perangkat yang berfungsi sebagai alat autentifikasi untuk mengecek apakah seseorang pengguna merupakan orang yang berhak atau mempunyai izin untuk melakukan akses.
c. Internet link adalah perangkat yang menghubungkan lokasi hotspot dengan internet .
Kelemahan dari akses internet dengan WiFi adalah akses hanya dapat dilakukan pada daerah sejauh 100 m dari titik ajses sampai saat ini hanya tempat-tempat tertentu yang sudah dipasangi titik akses.
4. Menggunakan TV Kabel
Kelebihan mengaksea internet menggunakan jaringan TV kabel :
a. Kita dapat mengakses internet setiap saat dan bebas gangguan telepon sibuk.
b. Akses internet dapat dilakukan selama24 jam.
c. Tidak perlu melakukan proses dialing.
Syarat mengakses internet melalui TV kabel :
a. Berlangganan dengan penyedi layanan TV yang dilengkapi dengan layanan internet.
b. Perangkat komputer standar yang sudah dilengkapi dengan sistem operasi dan browser yang mendukung untuk internet.
c. Cable modem dengan DOCSIS sistem, yaitu modem yang dirancang untuk TV kabel.
d. Ethernet card.
5. Melalui GPRS
GPRS adalah singkatan dari General Pocket Radio Service. GPRS mempunyai kecepatan akses 115 kbps. Tarif yang dikenakan berdasarkan data yang ditransfer, bukan berdasarkan lamanya penggunaan. GPRS mempunyai kelemahan, yaitu untuk menambahkan koneksi internet secara mobile kita harus melakukan setting tertentu pada telepon seluler.
6. SDSL (Symetrical Digital Subcriber Line)
Jangkauan SDSL tidak lebih dari 3 km. Pada jarak tersebut kecepatan aliran data mencapai 6 Mpbs (rata-rata kecepatan 1,544 Mpbs – 2,048 Mpbs). saluran ini cocok untuk akses LAN jarak jauh (remote LAN) dan komplek perumahan.
7. HSDL (High Data-Rate Digital Subscriber Lines)
Media yang digunaka HDSL untuk transmisi data adlah saluran kawat twisted pair. Akse4s internet dengan menggunakan HDSL cocok digunakan untuk gedung-gedung perkantoran karena aksesnya yang cepat dan memerlukan bandwith yang relatif kecil (80 KHz – 240 KHz).
8. ISDN (Integrated Service Digital Network)
ISDN merupakan layanan telepon digital berkecepatan tinggi. ISDN memberi kemungkinan akses dengan kecepatan hingga 128 kbps.
9. VSAT (Very Small Aperture Terminal)
VSAT merupakan pilihan bagi mereka yang berada ditempat terpencil dan membutuhkan koneksi internet. dalam VSAT topologo yang digunakan adalah star. Kecepatan transmisi data pada sustem VSAT mencapai 55 Mbps.
10. VDSL (very High-Bit-Rate Digital Subscriber Line)
VDSL dapat menirimkan data dengan kecepatan 1,6 Mbps dan menerima data dengan kecepatan 25 Mbps pada jarak maksimum 900 m. Karena mempunyai kecepatan tinggi VDSL memerlukan serat optik untuk menstransmisi data.
11. ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line)
dtsebut asimetrik karena kecepatan kirim data (upload/upstream) berbeda dengan kecepatan menerima data (download/downstream). Kecepatan upload dapat mencapai 8 Mbps sedangkan kecepatan download biswa mencapai 1 Mbps dengan jangkauan kabel maksimum 5,5 km.
12. Menggunakan Wireless Broadband
Wibro adalah teknologi nirkabel baru yang masih dalam tahap pengembangandan belum dipasarkan. Wibro dapat diakses dari jarak 1 KM dari titik akses dengan kecepatan akses 512 Kbps.
13. Teknologi WAP
WAP adalah layanan protokol yang memungkinkan pada pengguna ponsel dapat mengakses layanan-layanan online di internet dengan menggunakan built browser pada ponsel. Kecepatan akses situs WAP ditentukan oleh versi WAP yang digunakan. WAP bekerja dalam modus teks dengan kecepatan sekitar 9,6 kbps.
14. Kabel Listrik
Kabel listrik mampu menyediakan akses internet hingga 10 Mbps. Dengan menggunakan kabel listrik pengguna dapat menelpon dengan VOIP, melakukan transfer data video dan aktivitas berinternet umumnya.
15. Radio Paket
Radio paket adalah bentuk komunikasi data/aplikasi yang menggunakan gelombang radio sebagai media koneksi.  Untuk mengakses internet menggunakan radio kita memerlukan modem khusus untuk radio. Kecepatan radio paket berkisar 1,2 kbps dan 9,6 kbps.
16. Kecepatan Akses Internet melalui 3G
3G adalah singkatan dari istilah dalam bahasa inggris: third generation technology.
3G sebagai sebuah solusi nirkabel yang dapat memberikan kecepatan akses :
a. Sebesar 144 Kbps untuk kondisi bergerak cepat (mobile).
b. Sebesar 384 Kbps untuk kondisi berjalan (pedestrian).
c. Sebesar 2 Mbps untuk kondisi statik di suatu tempat.
B. Melakukan Sambungan Internet Menggunakan Dial-Up
1. Menginstall Modem
Langkah -langkah menginstall modem :
a. Pasanglah modem pada komputer.
b. Hidupkan komputer. Maka dekstop akan menampilkan pesan bahwa komputer telah menemukan hardware baru yang belum di install.
c. Klik Star , lalu klik Control Panel.
d. Pada tampilan control panel pilih Phone and Modem.
e. klik dua kali sehingga muncul kotak dialog Install New Modem.
f. Klik Add untuk memulai menginstall modem.
g. Klik next untuk melanjutkan proses penginstallan.
h. Pada kotak dialogpilih standard 56.000 bps Modem, kemudian klik Next.
i. Pilih COM 1 untuk melakukan penginstallan modem.
j. Klik Finish untuk mengakhiri proses penginstallan.

2. Menghubungkan Komputer dengan ISP
a. Pada windows 98
-        Klik pilihan My Computer
-        Klik pilihan Dial-up Networking
-        Klik pilihan New Connection
-        Pada kotak isian, ketiklah nama koneksi yang dimaksud. (EX: telkom)
-        Klik tombol Next
-        Ketik kode Area
-        Ketik No Telpon yang dituju, misal: 080989999
-        Klik tombol Next
-        Klik tombol finish

b. Pada windows XP
- Pilih Start, kemudian klik Control Panel.
- Pada jendela Control Panel pilih Network Connection.
- Jika belum mamiliki daftar koneksi ke TelkomNet Instant, maka harus mengatur settingnya dahulu dengan memilih create new connection.
- klik Next
- Pilih Connect to the Internet, kemudian pilih Next
- Pada kotak Wizard selanjutnya pilih Set up my connection manually, lalu pilih Next
- Pilih Connect using dial-up modem. Klik Next
- Pilih modem yang akan digunakan lalu pilih Next
- Masukan nama ISP yang akan digunakan , lalu pilih next
- Masukan nomor telepon untuk mengakses internet , lalu klik Next
Isikan User , lalu klik Next
- langkah terakhir pilih Finish

3. Mwmulai koneksi ke Internet
Langkah-langkah :
- Carilah ikon yang baru kita buat
- Dalam kotak dialog : ketik user name, password, save password, klik connect
- Bila koneksi nberhasil  muncul kotak dialog Verifying Username and password
- Jika berhasil, kakukan registrasi komputer kita diinternet
- Jika registrasi selesai, muncul kotak dialog
- Selanjutnya kita bisa menggunakan internet

4. Mengakhiri Koneksi ke Internet
Langkah-langkah :
- klik ikon yang berada di Taksbar
- Dalam kotak dialog tersebut pilihlah Disconnect untuk mengakhiri hubungan dengan internet, dan cancel apabila ingin bekerja lagi.



Perangkat Keras Beserta Fungsinya untuk Keperluan Akses internet :
1. Server
Komputer server adalah suatu unit komputer yang berfungsi untuk menyimpan informasi dan untuk mengelola suatu jaringan kmputer. Komputer serverakan melayani seluruh client atau workstation yang terhubung ke jaringannya.
2. Client
Komputer client adalah komputer yang digunakan untuk melakukan pengolahan data yang diambil dari server. Kemudian, client menerima pelayanan dari komputer server.
3. Kartu Jaringan
Kartu Jaringan adalah perangkat keras yang dipergunakan di motherboard komputer yang terdapat di jaringan (baik server maupun client).
4. HUB atau Switch
HUB berfungsi untuk membagi sinyal data dan penguat sinyal dari LAN Card. HUB memungkinkan jarak komputer yang dihubungkan oleh kabel jaringan menjadi lebih jauh.
5. Kabel Jaringan
Jenis-jenis kabel jaringan :
a. Kabel UTP
Karakteristik kabel UTP :
1) Kecepatan dan keluaran 10 – 100 Mpbs.
2) Biaya rata-rata per node murah.
3) Media dan ukuran konektor kecil.
4) Panjang kabel mksimal yang diizinkan, yaitu 100 meter (pendek).
Kabel UTP mempunyai keunggulan, yaitu mudah dipasang, ukurannya kecil, dan harganya lebih murah dibandingkan media lain. Kekurangan kabel UTP adalan rentan terhadap efek elektromagnetik yang berasal dari media atau parangkat lainnya.
b. Kabel coaxial
Kabel coaxial dapat digunakantanpa banyak membutuhkan bantuan repeater sebagai penguat untuk komunikasi jarak jauh.
Karakteristik kabel coaxial :
1) Kecepatan dan keluaran 10 – 100 MBps.
2) Biaya rata-rata per node murah.
3) Media dan ukuran konektor medium.
4) Panjang kabel maksimal yang diizinkan, yaitu 500 metr (medium).
c. Kabel fiber optik
Keuntungan menggunakan fiber optik :
1) Kecepatan jaringan fiber optik beroperasi pada kecepatan tinggi.
2) Bandwith fiber optik mampu membawa paket-paket dengan kapasitas besar.
3) Distance.
4) Kabel-kabel fiber optik membutuhkan biaya alternatif murah.
Karakteristik fiber optik :
1) Kecepatan dan keluaran 100 + Mbps.
2) Biaya rata-rata per node cukup mahal.
3) Media dan ukuran konektor kecil.
4) Panjang kabel maksimal yang diizinkan, yaitu 2 km (panjang)
6. Konektor
Konektor adalah perangkat keras yang digunakan untuk menghubungkan kabel dengan komputer. Pada jaringan komputer dikenal dengan istilah RJ45 yang merupakan konektor standar untuk kabel ethernet kategori 5 , serta biasanya digunakan untuk kabel UTP.
7. PCMCIA Network Interface Card
PCMCIA card adalah card jaringan ang digunakan untuk terhubung ke dalam sebuah jaringan tanpa menggunakan kabel.
8. Modem
Modem atau modulator demodulator adalah peralatan jaringan yang digunakan untuk terhubung ke jaringan internet menggunakan kabel telepon. Kecepatan modem mentransfer data dapat diukur dengan satuan bits per second (bps) bit per detik.
Jenis modem :
a. Modem internal
Modem internal adalah modem yang terpasang langsung pada mainboard komputer. Keuntungan dari modem internal adalah harganya lebih murah. Kelemahannya adalah pemasangannya yang lebih sulit dan penggunaanya tidak dapat dipindah dari satu komputer ke komputr lainnya.
b. Modem eksternal
Modem eksternal adalah modem yang dihubungkan melalui kabel ke komputer. Keuntungan dari modem eksternal adalah pemasangannya lebih mudah serta dapat dipindah dari satu komputer ke komputer lainnya. Kelemahannya adalah harganya lebih mahal.
9. Repeater
Repeater berfungsi untuk memperkuat sinyal di jaringan.
10. Bridge
Bridge adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk menghubungkan sebuah jaringan (LAN) dengan jaringan yang lain.
11. Router
Router berfungsi untuk memgatur aliran data dari satu jaringan ke jarringan yang lain.
12. Crimping Tools
Crimping tools berguna untuk memotong, merapikan, dan mengunci kabel UTP dalam melakukan instalasi Networking.

Minggu, 02 November 2014

Topologi Jaringan

Berbagai topologi jaringan
Topologi jaringan adalah, hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station. Topologi jaringan dapat dibagi menjadi 6 kategori utama seperti di bawah ini

Topologi bintang

Topologi bintang
Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.

Kelebihan

  • Kerusakan pada satu saluran hanya akan memengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
  • Tingkat keamanan termasuk tinggi.
  • Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
  • Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
  • Akses Kontrol terpusat.
  • Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan.
  • Paling fleksibel.

Kekurangan

  • Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh rangkaian akan berhenti.
  • Boros dalam pemakaian kabel.
  • HUB jadi elemen kritis karena kontrol terpusat.
  • Peran hub sangat sensitif sehingga ketika terdapat masalah dengan hub maka jaringan tersebut akan down.
  • Jaringan tergantung pada terminal pusat.
  • Jika menggunakan switch dan lalu lintas data padat dapat menyebabkan jaringan lambat.
  • Biaya jaringan lebih mahal dari pada bus atau ring.

    Topologi cincin

    Gambar menunjukkan diagram jaringan cincin
    Topologi cincin adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin.
    Pada Topologi cincin, masing-masing titik/node berfungsi sebagai repeater yang akan memperkuat sinyal disepanjang sirkulasinya, artinya masing-masing perangkat saling bekerjasama untuk menerima sinyal dari perangkat sebelumnya kemudian meneruskannya pada perangkat sesudahnya, proses menerima dan meneruskan sinyal data ini dibantu oleh TOKEN.
    TOKEN berisi informasi bersamaan dengan data yang berasal dari komputer sumber, token kemudian akan melewati titik/node dan akan memeriksa apakah informasi data tersebut digunakan oleh titik/node yang bersangkutan, jika ya maka token akan memberikan data yang diminta oleh node untuk kemudian kembali berjalan ke titik/node berikutnya dalam jaringan. Jika tidak maka token akan melewati titik/node sambil membawa data menuju ke titik/node berikutnya. proses ini akan terus berlangsung hingga sinyal data mencapi tujuannya.
    Dengan cara kerja seperti ini maka kekuatan sinyal dalam aliran data dapat terjaga. Kemampuan sinyal data dalam melakukan perjalanan disepanjang lingkaran adalah hal yang sangat vital dalam Topologi cincin.
    Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan. Topologi ring digunakan dalam jaringuhkan saat komputer yang terhubung ke jaringan dalam jumlah yang banyak.

    Kelebihan

  • Mudah untuk dirancang dan diimplementasikan
  • Memiliki performa yang lebih baik daripada topologi bus, bahkan untuk aliran data yang berat sekalipun.
  • Mudah untuk melakukan konfigurasi ulang dan instalasi perangkat baru.
  • Mudah untuk melakukan pelacakan dan pengisolasian kesalahan dalam jaringan karena menggunakan konfigurasi point to point
  • Hemat kabel
  • Tidak akan terjadi tabrakan pengiriman data (collision), karena pada satu waktu hanya satu node yang dapat mengirimkan data

Kekurangan

  • Peka kesalahan, sehingga jika terdapat gangguan di suatu node mengakibatkan terganggunya seluruh jaringan. Namun hal ini dapat diantisipasi dengan menggunakan cincin ganda (dual ring).
  • Pengembangan jaringan lebih kaku, karena memindahkan, menambah dan mengubah perangkat jaringan dan mempengaruhi keseluruhan jaringan.
  • Kinerja komunikasi dalam jaringan sangat tergantung pada jumlah titik/node yang terdapat pada jaringan.
  • Lebih sulit untuk dikonfigurasi daripada Topologi bintang
  • Dapat terjadi collision (dua paket data tercampur)
  • Diperlukan penanganan dan pengelolaan khusus bandles

    Topologi bus

     

    Topologi bus merupakan topologi yang banyak digunakan pada masa penggunaan kabel sepaksi menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain.
    Kesulitan utama dari penggunaan kabel sepaksi adalah sulit untuk mengukur apakah kabel sepaksi yang digunakan benar-benar cocok atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang digunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node.).
    Pada topologi bus dua ujung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan men tap Ethernetnya sepanjang kabel.
    Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.

    Ciri-ciri

  • Teknologi lama, dihubungkan dengan satu kabel dalam satu baris
  • Tidak membutuhkan peralatan aktif untuk menghubungkan terminal/komputer
  • Sangat berpengaruh pada unjuk kerja komunikasi antar komputer, karena hanya bisa digunakan oleh satu komputer
  • Kabel “cut” dan digunakan konektor BNC tipe T
  • Diujung kabel dipasang 50 ohm konektor
  • Jika kabel putus maka komputer lain tidak dapat berkomunikasi dengan lain
  • Susah melakukan pelacakan masalah
  • Discontinue Support

Keunggulan dan kelemahan

Keunggulan:
  • Pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain.
  • Hemat kabel.
  • Layout kabel sederhana.
Kelemahan:
  • Bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
  • Kepadatan pada jalur lalu lintas.
  • Diperlukan Repeater untuk jarak jauh.

    Topologi jala

    Topologi jala atau Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).
    Dengan demikian maksimal banyaknya koneksi antar perangkat pada jaringan bertopologi mesh ini dapat dihitung yaitu sebanyak n(n-1)/2. Selain itu karena setiap perangkat dapat terhubung dengan perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan maka setiap perangkat harus memiliki sebanyak n-1 Port Input/Output (I/O ports).
    Berdasarkan pemahaman di atas, dapat dicontohkan bahwa apabila sebanyak 5 (lima) komputer akan dihubungkan dalam bentuk topologi mesh maka agar seluruh koneksi antar komputer dapat berfungsi optimal, diperlukan kabel koneksi sebanyak 5(5-1)/2 = 10 kabel koneksi, dan masing-masing komputer harus memiliki port I/O sebanyak 5-1 = 4 port (lihat gambar).
    Dengan bentuk hubungan seperti itu, topologi mesh memiliki beberapa kelebihan, yaitu:
  • Hubungan dedicated links menjamin data langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus melalui komputer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus untuk berkomunikasi dengan komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai-ramai/sharing).
  • Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan memengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
  • Privacy dan security pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara dua komputer tidak akan dapat diakses oleh komputer lainnya.
  • Memudahkan proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.
Meskipun demikian, topologi mesh bukannya tanpa kekurangan. Beberapa kekurangan yang dapat dicatat yaitu:
  • Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O. semakin banyak komputer di dalam topologi mesh maka diperlukan semakin banyak kabel links dan port I/O (lihat rumus penghitungan kebutuhan kabel dan Port).
  • Hal tersebut sekaligus juga mengindikasikan bahwa topologi jenis ini * Karena setiap komputer harus terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka instalasi dan konfigurasi menjadi lebih sulit.
  • Banyaknya kabel yang digunakan juga mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan di dalam ruangan tempat komputer-komputer tersebut berada.
Berdasarkan kelebihan dan kekurangannya, topologi mesh biasanya diimplementasikan pada komputer-komputer utama dimana masing-masing komputer utama tersebut membentuk jaringan tersendiri dengan topologi yang berbeda (hybrid network).

Topologi pohon

Topologi pohon
Topologi Pohon adalah kombinasi karakteristik antara topologi bintang dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi bintang yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai jalur tulang punggung atau backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub, sedangkan hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung.
Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer.
Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul atau node. Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7.
Keungguluan jaringan pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat. Menurut jeremyah joel, tapologi ini menggunakan banyak kabel dan di Backbone [Kabel terbawah] merupakan pusat dari tapologi ini

Topologi runtut

Jaringan komputer dengan topologi runtut (linear topology) biasa disebut dengan topologi bus beruntut, tata letak ini termasuk tata letak umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap titik sambungan (komputer) yang dihubungkan dengan penyambung yang disebut dengan Penyambung-T dan pada ujungnya harus diakhiri dengan sebuah penamat (terminator). Penyambung yang digunakan berjenis BNC (British Naval Connector: Penyambung Bahari Britania), sebenarnya BNC adalah nama penyambung bukan nama kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Sepaksi Thinnet). Pemasangan dari topologi bus beruntut ini sangat sederhana dan murah tetapi sebanyaknya hanya dapat terdiri dari 5-7 komputer.

  1. Penyambung kabel BNC digunakan untuk menghubungkan kabel ke penyambung-T.
  2. Penyambung-T BNC digunakan untuk menghubungkan kabel ke komputer.
  3. Penyambung tabung BNC (BNC barrel connector) digunakan untuk menyambung 2 kabel BNC.
  4. Penamat BNC digunakan ntuk menandai akhir dari topologi bus.

Keuntungan dan kerugian topologi bus beruntut

Keuntungan

  • hemat kabel
  • tata letak kabel sederhana
  • mudah dikembangkan
  • tidak butuh kendali pusat
  • penambahan maupun pengurangan penamat dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan

Kelemahan

  • deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
  • kepadatan lalu lintas tinggi
  • keamanan data kurang terjamin
  • kecepatan akan menurun bila jumlah pemakai bertambah
  • diperlukan pengulang (repeater) untuk jarak jauh.

     Topology Hybrid
    Topologi hybrid adalah topologi yang tersusun dari beberapa topologi atau dapat dikatakan topologi hybrid adalah topologi gabungan dari beberapa jenis topologi yang lainnya. Karena tersusun dari beberapa topologi, maka sifat topologi ini mirip dengan topologi yang menyusunnya. Sebuah topologi hybrid memiliki semua karakterisitik dari topologi dasar yang terdapat dalam jaringan tersebut. Topologi hybrid terdiri dari kombinasi dua atau lebih dasar topologi. Jaringan pemetaan ini bertujuan untuk memanfaatkan keuntungan dari masing-masing dari topologi dasar yang digunakan di dalamnya.
    Ketika topologi dasar yang berbeda terhubung ke satu sama lain, mereka tidak menampilkan karakteristik dari salah satu topologi tertentu. Ini adalah ketika itu menjadi topologi hibrida. Hal ini dipilih, jika ada lebih dari dua topologi dasar di tempat kerja dan ini harus dihubungkan satu sama lain. Ketika ada suatu topologi bintang yang terhubung topologi bintang ke yang lain, masih tetap merupakan topologi star. Namun, ketika sebuah topologi bintang dan topologi bus terhubung satu sama lain, ini menimbulkan pembentukan topologi hibrida. Contoh lain adalah gabungan dari topologi ring dan topologi star, atau gabungan antara topologi tree dan topologi star, atau malahan gabungan ketiga-tiga topologi tersebut; star, ring dan tree. Sebenarnya penggabungan ini adalah hasil penggabungan fisik jaringan itu sendiri. Seringkali ketika topologi yang terhubung ke satu sama lain, tata letak dari topologi yang dihasilkan sulit dipahami. Namun, topologi ini bekerja tanpa banyak masalah.
    http://www.qbonk.net/wp-content/uploads/2011/12/121811_2348_TopologiJar6.png
    Jaringan hybrid menggunakan kombinasi dari dua atau lebih topologi sedemikian rupa sehingga jaringan yang dihasilkan tidak menunjukkan salah satu dari standar topologi (misalnya, bus, bintang, cincin, dll). Sebagai contoh, sebuah jaringan pohon terhubung ke jaringan pohon masih topologi jaringan pohon. Sebuah topologi hybrid selalu diproduksi ketika dua jaringan dasar yang berbeda topologi terhubung. Dua contoh umum untuk jaringan Hybrid adalah: Bintang cincin jaringan dan jaringan bintang bus

         Sebuah jaringan cincin bintang terdiri dari dua atau lebih topologi star terhubung menggunakan unit multistation akses (MAU) sebagai hub terpusat.
         Sebuah jaringan Bus Bintang terdiri dari dua atau lebih topologi star terhubung menggunakan batang bus (bus batang berfungsi sebagai tulang punggung jaringan).

    Sementara grid dan torus jaringan telah menemukan popularitas dalam performa tinggi aplikasi komputasi, beberapa sistem telah menggunakan algoritma genetika untuk merancang jaringan kustom yang memiliki hop paling sedikit mungkin di antara node yang berbeda. Beberapa layout yang dihasilkan hampir tidak bisa dimengerti, meskipun mereka berfungsi cukup baik.

    Sebuah topologi Snowflake adalah benar-benar "Star of Stars" jaringan, sehingga menunjukkan karakteristik dari topologi jaringan hibrida tetapi tidak terdiri dari dua jaringan dasar yang berbeda topologi yang terhubung. Definisi: Topologi Hybrid adalah kombinasi dari Bus, Star dan topologi ring.
    Kelebihan dan Kekurangan Topologi Jaringan Hybrid
    Ø  Kelebihan :
    ·         Salah satu keuntungan yang menonjol topologi hybrid adalah fleksibilitas. Topologi jaringan hybrid dirancang sedemikiana rupa sehingga dapat diterapkan untuk sejumlah lingkungan jaringan yang berbeda.
    ·         Hybrid mengkimbinasikan konfigurasi yang berbeda tapi dapat bekerja dengan sempurna untuk jumlah lalu lintas jaringan yang berbeda.
    ·         Menambahkan koneksi perifer lain cukup mudah, seperti node baru dan/atau periferal dapat terhubung antar topologi berbeda
    Ø  Kekurangan :
    ·         Karena merupakan penggabungan beberapa bentuk menjadi topologi hybrid, maka pengelolaan topologi  akan menjadi lebih sulit.
    ·         Dari segi ekonomisnya jaringan hibrid sulit dipertahankan karena membutuhkan biaya yang lebih topologi tinggi dibandingkan dengan topologi jaringan yang murni dalam satu bentuk. Faktor biaya dapat dihubungkan dengan biaya penambahan hub dan Biaya pengkabelan yang meningkat untuk membangun bentuk topologi ini.
    ·         Instalasi dan konfigurasi dari topologi ini sulit karena ada topologi yang berbeda yang harus dihubungkan satu sama lainnya, pada saat yang sama harus dipastikan bahwa tidak satupun dari node dijaringan gagal berfungsi sehingga membuat instalasi dan konfigurasi topologi hybrid menjadi sangat suli 
     Topologi Hierarki


    PENGERTIAN
    Berbentuk seperti pohon bercabang yang terditi dari komputer induk (host) yang diswitchungkan dengan simpul atau node lain secara berjenjang, jenjang yang lebih tinggi berfungsi sebagai pengetur kerja jenjang dibawahnya, biasanya topologi ini digunakan oleh perusahaan besar atau lembaga besar yang mempunyai beberapa cabang daerah, sehingga data dari pusat bisa didistribusikan ke cabang atau sebaliknya.

    KELEBIHAN
    ·         Data terpusat secara hirarki sehingga manajeman data lebih baik dan mudah
    ·         terkontrol; Mudah dikembangkan menjadi jaringan yang lebih luas;

    KEKURANGAN
    ·         Komputer di bawahnya tidak dapat dioprasikan apabila kabel pada komputer tingkat atasnya terputus;
    ·         Dapat terjadi tabrakan file (collision)

       Topologi Peer to Peer



    PENGERTIAN
    Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer).

    KELEBIHAN
    ·         Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai fasilitas yang dimilikinya seperti: harddisk, drive, fax/modem, printer
    ·         Biaya operasional relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe jaringan client-server, salah satunya karena tidak memerlukan adanya server yang memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan dan menyediakan fasilitas jaringan.
    ·         Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server. Sehingga bila salah satu komputer/peer mati atau rusak, jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami gangguan.

    KEKURANGAN
    ·         Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit, karena pada jaringan tipe peer to peer setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada. Di jaringan client-server, komunikasi adalah antara server dengan workstation.
    ·         Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client- server, karena setiap komputer/peer isamping harus mengelola emakaian fasilitas jaringan juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasi sendiri.
    ·         Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur masing- masing fasilitas yang dimiliki
    ·         Karena data jaringan tersebar di masing-masing komputer dalam jaringan, maka backup harus dilakukan oleh masing- masing komputer tersebut
    Topologi Broadcast
    PENGERTIAN
    Secara sederhana dapat digambarkan yaitu suatu host yang mengirimkan data kepada seluruh host lain pada media jaringan.